Dunia yang Dilipat

Dunia kini memasuki suatu realitas baru, realitas yang tercipta akibat pemadatan, pemampatan, peringkasan, pengecilan, dan percepatan dunia. Semua ini adalah sebuah dunia yang dilipat, yang didalamnya berbagai sisi dunia tampil dengan wajahnya yang baru. Sepenggal paragrapĀ  didalam buku Dunia Yang Dilipat karya Bang Yasraf.

Inilah dunia kita. Dunia tanpa batas ruang dan waktu. Semua terasa dekat meskiĀ  jauh dalam jarak. Dunia ini seakan dilipat hingga semua bisa bercakap meski tanpa mulut dan lidah tapi terasa sangat dekat. Cukup bermodalkan jempol, gadget, internet. Kita bercakap tanpa suara, hanya untaian huruf yang rangkai menjadi kata. Kadang dirangkai sempurna kadang juga disingkat. Yang penting saling mengerti dan bisa melahirkan senyum meski senyum sendiri sambil menatap gadget.

Aku hanya khawatir suatu saat kita takkan lagi saling bicara. Lidah kita terasa kaku untuk saling menyapa. Suasana dimeja makanpun tidak lagi hangat dan menggairahkan karena kita sibuk berselancar didunia maya. Semua terkoneksi cukup dengan simbol. Emosi tertawa, senyum, marah, semua diungkapkan dengan simbol. Khawatirnya setiap wajah menjadi wajah yang datar tanpa ekspresi.

Tapi memang ini hanya komunikasi lintas jarak dan tempat. Toh pada dasarnya inilah dunia kita, dunia yang dilipat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *