Mikir!!

Kondisi zaman akan terus berubah seiring dengan pergeseran waktu dari detik kemenit. Dari menit ke jam. dari jam menjadi hari, pekan, bulan, tahun, windu, abad, milenium dan seterusnya. Siklus waktu akan terus berputar dengan skalanya masing-masing. Namun yang perlu disadari bahwa kondisi atau keadaan yang terjadi dalam siklus tidaklah mungkin sama, kecuali jika Allah menghendaki. Oleh karena itu, setiap zaman akan memiliki ciri karakter dan tantangan tersendiri. Tentu saja secara otomatis setiap zaman akan hidup manusia-manusia yang sesuai dengan konteks zamannya. Dan perdebatan tentang apakah manusia yang membentuk kondisi zamannya atau zaman yang akan membentuk manusia bukan lagi menjadi tema yang harus diperdebatkan. Diskusi kita adalah wajah zaman dan rupa manusia saat ini dan yang akan datang seperti apa?.

Revolusi industri yang terjadi di Inggris pada abad-18 adalah suatu pertanda dimulainya kehidupan dimana manusia akan berjalan beriringan bersama mesin. Manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup pada mulanya menggunakan tenaga hewan ataupun tenaga manusia sendiri mulai beralih dan tergantikan dengan tenaga mesin, meskipun masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan yang kita temui saat ini, akan tetapi sangat canggih dizamannya.

Sekarang diera teknologi informasi, aktivitas manusia mulai tergantikan dengan alat ataupun mesin otomatis. Sebagian besar dikendalikan melalui remote control. Setiap orang ataupun perusahaan berpacu untuk membuat alat teknologi yang semakin maju dan canggih. Peran-peran manusia disektor industri sebagai tenaga kerja mulai tergantikan dengan mesin. Penemuan baru bermunculan, karena dengan inovasi, yang luar biasa hari ini akan menjadi biasa saja dikemudian hari.

Realitas yang digambarkan diatas adalah suatu hal yang mesti terjadi sebagai pertanda manusia sedang berada dunia yang sedang bergerak cepat dalam perkembangan dunia modern. Perkembangan yang pesat ini akan membentuk lintasan dimana setiap orang akan berputar melintasi lintasan, kecepatan putaran lintasan itu akan ditentukan sendiri oleh orang-orang yang berada pada lintasan.  Siapa yang akan bertahan dilintasan akan sangat ditentukan oleh kemampuan mengikuti ritme putaran. Dari segi penemuan, yang akan bertahan adalah penemuan yang compatible dengan putaran lintasan.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat dengan segala penemuan-penemuan pada akhirnya akan sampai pada pertanyaan, pada kondisi yang demikian dimana posisi strategis manusia? peran strategis apa yang mesti dilakoni oleh aktor yang bernama manusia?

…….

“Tidak ada pilihan bagi kita untuk memanjakan daya piker kita dengan membiarkan diri berfikir standar, well trained, dan sekedar terdidik. Kita sering merasa bahwa pengetahuan ini sudah cukup untuk bekal hidup dan bekerja kita.” Setidak-tidaknya apa yang dituliskan Prof Daoed Joesoef di majalah kompas beberapa waktu lalu bisa menjadi jawaban dari dua pertanyaan mendasar diatas.

Berpikir…!

Satu kata di atas (red=berpikir) adalah jawaban yang bisa mencakup dua pertanyaan tentang posisi dan peran strategis manusia. Berpikir adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. oleh karena itu  selama manusia masih berpikir maka eksistensinya akan terus ada. Aku berpikir maka aku ada.

Kemampuan berpikir akan menentukan kualitas seseorang. Contoh yang lazim kita temui adalah klasifikasi berdasarkan tes intelegensi. Disisi lain dalam masyarakat kita akan menemukan penghargaan yang berlebih terhadap orang-orang yang membuat karya dari hasil proses berpikir yang panjang. Tentu berbeda dengan orang yang biasa-biasa saja. Rhenald Kasali menjadikan kualitas berpikir seseorang sebagai salah satu pembeda antara “Driver dan Passenger” . Bahkan dalam al-qur’anorang yang berpikir akan ditempatkan pada kedudukan yang mulia. “Dan ingatlah hamba-hamba Kami Ibrahim, Ishak dan Yakub, yang memiliki tindakan besar dan pikiran-pikiran besar” (Q.S.Shaad:45).

agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *