Ramadhan dalam Khutbah Rasulullah saw

Pada perjalanan kehidupan kita Allah menciptakan momentum pada waktu-waktu yang Dia kehendaki. Waktu itu adalah waktu yang spesial, waktu yang berkah dan utama bagi kita. Dalam sehari semalam, Allah menentukan waktu-waktu shalat dengan segala keutammannya. Dalam sepekan, Allah menjadikan hari jum’at sebagai penghulu hari. Dalam setahun Allah menjadikan Ramdhan sebagai bulan yang mulia dan istimewa di antara bulan-bulan lainnya.

Ramadhan Rasulullah menggambarkannya dalam hadist dari Salman Al-Farisi ra, berkata : “Rasulullah Saw berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban : Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiayamul lailnya sunah. Siapa yang mendekatkan diri kepada kebaikan, seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki bagi orang yang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang-orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun”. Kami berkata : “ Wahai Rasulullah, tidak semua kita dapat member makan orang yang berpuasa?”. Rasulullah bersabda : “Allah member pahala kepada orang yang member buka puasa walaupun dengan seteguk susu, satu biji kurma, atau seteguk air. Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, tengahnya maghfirah, dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang memberi keringanan kepada budak yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan membebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan empat hal : dua perkara yang membuat Allah ridha dan dua perkara yang Allah tidak butuh dengannya. Kedua hal itu adalah syahadat laa ilaha illallah dan beristighfar kepada-Nya. Adapun dua hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (rasulullah saw) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga”. (HR; al-‘Uqaili, Ibnu Humaizah, al-Baihaqi, al-Khatib, dan al-Ashbani).

Ramadhan hadir dengan segala keberkahan di dalamnya. Keberkahan ibadah, tambahan rizki, jalinan silaturahim yang menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan sosial kita.

Keberkahan Ramadhan hadir bukan hanya pada sebagian golongan saja. Keberkahan Ramadhan hampir semua dirasakan oleh siapapun.

Ramadhan dengan segala keberkahan dan keistimewaannya, akan selalu hadir dalam putaran roda waktu kehidupan. Hanya saja kita tidak mampu menjamin diri kita dapat berjumpa Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Mari kita terus berdoa agar Allah memberikan usia yang panjang dan berkah untuk berjumpa Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *