Mengapa Saya Memilih Rukyatul Hilal?

Penentuan masuknya 1 Ramadhan dan 1 Syawal beberapakali terjadi perbedaan dikalangan umat muslim Indonesia. Perbedaan ini muncul karena metode yang digunakan juga berbeda. Ada yang menggunakan rukyatul hilal, ada yang memakai metode hisab, bahkan ada yang hanya melihat tanda-tanda alam.

Kapasitas keilmuan saya bukan ingin mengkritisi metode mana yang benar. Melalui tulisan ini saya ingin mengemukakan pilihan sikap dan alasan yang mendasari pilihan itu. Kita boleh berbeda karena mengikuti salah satu diantara banyak pilihan, akan tetapi yang terpenting adalah alasan yang kuat mengapa kita berdiri di atas pilihan tersebut.

Kaitannya dengan metode penentuan 1 Ramadhan ataupun 1 Syawal saya mengikuti metode rukyatul hilal. Untuk waktu-waktu ibadah saya selalu mengambil acuan yang universal dan berlaku kapanpun dan dimanapun kita berada. Misalnya waktu shalat acuannya adalah posisi matahari, bukan mengacu pada jam. Begitu juga dengan penentuan 1 Ramadhan, saya mengambil acuan terlihatnya hilal. Bukan pada posisi hilal itu, meskipun posisi menentukan tampak atau tidaknya hilal.

Adapun dalillnya, saya mengacu sebagaimana apa yang di jadikan ulama sebagai dalil

  1. Surah Al-Baqarah : 185 “ Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan tersebut.
  2. Surah Al-Baqarah : 189 “ mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit, katakanlah: bulan sabit itu tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi badah haji”
  3. H.R Bukhori dan Muslim : Dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda : Berpuasalah jika telah melihat hilal dan berhari rayalah bila melihat hilal. Apabila terhalang oleh mendung, maka sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari”
  4. H.R Bukhori : Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Bulan (sya’ban) itu dua puluh Sembilan malam, maka janganlah puasa hingga kalian melihatnya (hilal). Apabila terhalang olehmu mendung, maka sempurnakanlah menjadi tiga puluh malam.

Tentu saja kita akan berdiskusi panjang terkait metode penentuan 1 Ramadhan. Tapi yang paling penting adalah setiap kita tahu kenapa kita memilih metode tersebut. Bagi saya pribadi metode rukyatul hilal ini selain memiliki dalil yang dapat dipertanggung jawabkan. Metode ini juga compatible untuk semua tempat dan  sepanjang waktu.

agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *