Muhammad dan Pohon Islam

Tanah kering dan gersang bertanda kerasnya hidup dan kehidupan tanah Arab. Tajamnya aroma minuman keras bukan lagi hal yang tabu bagi mesyarakat jahiliyah. Perang saudara menjadi budaya akibat keangkuhan para kabilah.Setetes darah yang menetes seperti buih dilautan yang tidak berharga. Anak perempuan yang lahir suci dan tak tahu apa, tak sempat menikmati indahnya kehidupan lantaran harga diri Sang Bapak. Akal dan nafsu sebagai berkah dari Allah bukan lagi kemulian tapi kehinaan manusia yang buta akan siapa tuhannya. Ada patung yang dibuat sendiri kemudian disembah sebagai Tuhan. Alangkah lucunya tingkah mereka yang tak Berakal dan jauh dari kebenaran logika manusia.

Esok ,Fajar subuh menyingsing, membawa harapan dan ketenangan dari kelam dan gelapnya malam. Matahari pagi membawa seberkas sinar harapan untuk sebuah misi memanusiakan manusia. Seorang anak kecil terlahir ke muka bumi atas izin Rabbnya. Dia anak keturunan bangsawan Arab yang disegani oleh semua kabilah Arab.Tapi sayang dia ditakdirkan Allah sebagai anak yang terlahir yatim. Bapaknya, Abdullah Bin Abdul Muthalib dipanggil keharibaan yang Maha Kuasa semenjak dia masih dalam kandungan. Ibunya bernama Aminah, wanita yang diberkahi oleh Allah sebagai Ibu seorang Anak yang kelak menjadi Nabi sekaligus Rasul Allah yang terakhir.

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusaiy bin Kilaab bin Murrah bin Ka’ab bin Luaiy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’d bin Adnan. Itulah nama anaknya. Sehari-hari kerab disapa ahmad ataupun Muhammad.

Muhammad tumbuh dan berkembang layaknya anak manusia lainnya. Tapi dia anak istimewa. Akhlak yang mulia. Memiliki integritas yang tinggi, dikenal di masyarakat arab sebagai pribadi yang jujur. Pemimpin yang berkarakter, persoalan peletakan batu sakral ‘hajar aswad” mampu diselesaikan tanpa perpecahan. Enterpreneur yang handal hingga perdagannya ke manca negara.

Subhanallah, Maha suci Allah, Muhammad hidup sebagai Manusia Pilihan membawa Risalah Islam, sebagai agama fitrah dari Allah Rabbul Alamin. Muhammad membawa islam yang membentuk tatanan peradaban umat manusia. Tanah arab manjadi negeri yang hidup damai setelah perang saudara yang berkepanjangan. Ajaran islam yang dibawa mengangkat Harkat dan Martabat kaum perempuan melebihi segalanya setelah sebelumnya menjadi manusia hina yang harus dikubur hidup-hidup. Manusia sadar akan siapa penciptanya dan kemana arah dan tujuan yang akan mereka singgahi.

Ajaran islam tumbuh layaknya sebatang pohon yang digambarkan Allah dalam Al-Qur’an

“Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. ” (QS Ibrahim: 24-25)

Islam tumbuh ibarat pohon yang akarnya kuat menancap kedalam tanah. Ajaran Islam mulai aqidah, muamalah, fiqh, mengakar diseluruh masyarakatnya. Dari akar itu tumbulah islam sebagai agama rahmatan lilalamin yang menaungi siapaun yang ingin bernaung di bawahnya. Memberikan kehidupan layaknya tumbuhan memberikan Oksigen. Yang memberi kesejukan sesejuk angin sepoi dikala terik matahari panas. Yang buahnya bisa dinikmati oleh siapapun ketika lapar. Itulah Muhammad dan Pohon islam.

You May Also Like

About the Author: agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *