Proyek Menulis Buku KMO Batch 07 : Mahasiswa Itu…?

Mahasiswa itu driver

Driver! Maksudnya? Saya ini mahasiswa, bukan sopir angkot ataupun sopir taksi.

Oke. Oke.

Jika kamu bukan sopir setidaknya kamu memiliki mental layaknya seorang sopir. Seorang sopir itu adalah seorang yang tahu arah tujuan, berani mengambil tanggungjawab dan resiko. Menjadi seorang sopir, berarti bersedia mengambil inisiatif dan mengembangkan dirinya. Berbeda dengan penumpang, yang tahunya hanya duduk manis dan mengatakan kiriii (stop) setelah sampai tujuan.

Pada saat ospek, mungkin kamu sering mendengar senior mengatakan mahasiswa itu agent of change, bukan agent of cengeng atau cengengesan. J

Bahkan bukan lagi agent of change tapi menjadi director of change . Nah diantara sikap mental yang harus kamu miliki untuk menjadi agent atau director dari perubahan itu adalah ketika kamu menjadi sopir yang baik.

Mahasiswa itu mandiri

Mandiri itu bukan mandi sendiri yaa… Mandiri itu sederhananya adalah kamu dapat menyelesaikan masalah dan berani mengambil keputusan sendiri. Bukan berarti tidak butuh bantuan orang lain, akan tetapi segalanya ditentukan oleh kamu sendiri. Yaa kamu.

Perpindahan status dari siswa menjadi mahasiswa adalah masa transisi bagi kamu. Masa ini adalah masa yang sangat berpengaruh  bagimu lima atau sepuluh tahun yang akan datang. Hari ini adalah hasil dari apa yang kamu lakukan kemarin, hari esok adalah hasil apa yang kamu lakukan hari ini.

Saat ini, kamu masuk perguruan tinggi dengan jurusan tertentu. Saya tidak tahu pasti, apakah jurusan itu atas pilihan orangtua atau pilihan jurusan yang kamu sukai. Jika jurusan itu adalah pilot alias pilihan orangtua dan kamu sama sekali tidak menyukainya, maka saat ini juga kamu harus berani mengambil keputusan.

Termasuk mandiri soal ekonomi itu perlu. Cobe deh untuk nyari uang sendiri. Saat ini semua orang bisa jualan. Bisa dapat uang dari sosmed juga bisa. Yang suka nulis, kamu bisa ikut lomba, buat artikel, jadi ghost writer (serem yaa). Intinya coba liat potensi mu dan manfaatkan itu untuk nyari duit.

Mahasiswa itu  pembelajar.

Pembelajar menggambarkan kondisi dimana kamu sebagai mahasiswa proaktif untuk belajar. Berbeda saat masih SMA, belajar karena ada guru atau belajar hanya pada saat disekolah. Saat mahasiswa, kamulah guru itu sekaligus sebagai siswa.

Perkembangan saat ini sangat cepat. Kamu harus bisa menjadi pembelajar cepat, atau kalau tidak kamu akan ketinggalan zaman. Kudet, alias kurang update. Gaptek, gagap teknologi.

Kuncinya banyak membaca.

Pelajar Bajak Laut. Sebuah istilah yang unik dan cukup menggelitik yang dituliskan James Marcus Bach dalam bukunya yang berjudul Secrets of Buccaneer-Scholar : How Self-Education and The Pursuit of Passion Can Lead to a Lifetime of Success. James menuliskan bahwa seorang peajar bajak laut adalah setiap orang yang rasa cintanya terhadap pembelajaran tidak dihambat, dibatasi, atau dikekang oleh institusi atau kewenangan apapun. Pikirannya didoreng untuk berkelana dan menemukan suara da tempatnya sendiri di dunia ini.

Mahasiswa itu, Think without a box

Sekarang ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semuanya ada dan setiap barang bisa di copy dari barang aslinya. Gak percaya? Coba saja liat smartphone yang berseliweran disekitarmu. Dari ori sampai Kw tak terhingga kamu bisa temukan. Siapa yang akan bertahan?. Yang akan bertahan adalah yang memiliki ide dan mampu mewujudkan ide tersebut.

Berkarya beda dari bekerja, kata Bang Pandji. Sebagai mahasiswa kamu diharapakan untuk mampu meng-creat sesuatu yang berguna bagi orang lain, bukan hanya sekedar mengeluhkan keadaan sambil update status galau di sosmed.

Kuliah itu bukan untuk mencari kerja.

Nyatanya hari ini, banyak pengangguran terdidik. Sarjana yang tidak laku dipasar kerja. Sarjana muda yang lelah mencari kerja, kata Iwan Fals. Jadi kurang tepat jika tujuan kuliah untuk mencari kerja. Meskipun peluangnya tetap ada dan memang akan memudahkan. Akan tetapi sekali lagi, untuk menjadikannya sebagai tujuan kuliah itu kurang tepat. Lagian kalau mau cari kerja, tamat SMA pun bisa langsung kerja.

Dunia Kampus

Pada dasarnya tradisi berbagi ilmu sudah ada sejak lama. Saya mencoba googling di internet dan menemukan beberap poin yang penting untuk diketahui. Ketika masa kejayaan kerajaan Yunani Purba, masih pada zaman Sebelum Masehi, para cendikia yang suka berkeliling ke tiap rumah untuk mengajarkan filsafat, dialektika (berdiskusi), atau orasi (berpidato) itu, di antaranya Phytagoras (580-500 SM), dan Socrates (469-399 SM). Baru pada masa hidup Plato (427-347 SM) didirikanlah sekolah. Sekolah pertama kali di dunia penemuan Plato itu dinamakan “Academy”. Gagasan Plato yang terkenal, dan masih diakui hingga kini adalah yang berbunyi: ”Tiap-tiap manusia memiliki tugas untuk mengabdikan kepentingannya kepada negara. Karena itu, pendidikan harus diselenggarakan oleh negara, dan untuk negara.” (jadiberita.com)

 

Kalau info dari kompas.com Guinness Book of World Records mencatat bahwa  Universitas Al-Karaouine adalah universitas tertua. Universitas ini terletak di Fes, Maroko. Awalnya, universitas ini adalah sebuah masjid yang didirikan pada tahun 859 oleh seorang wanita bernama Fatima al-Fihri. Pada perjalanannya, berkembang menjadi salah satu universitas terkemuka untuk bidang ilmu alam. Kemudian, pada tahun 1957, berkembang dengan dilengkapi bidang ilmu matematika, fisika, kimia, dan bahasa asing.

Copy paste yaa…?

Namanya juga cari info, yang salah kalu copy paste tapi tidak tulis sumbernya dari mana. Jadi mahasiswa harus jujur. Hehehehe…

Kamu saat ini pastinya sudah menikmati dunia perguruan tinggi. Kampus itu tempat kulianya. Yang saya ingin ingatkan ke kamu soal kampus dan perguruan tinggi adalah soal Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kamu pasti sudah mendengarnya pada saat OSPEK. Bahwa Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat itulah Tri Darma Perguruan Tinggi. Sebagai mahasiswa, pada intinya itulah tugas wajib kamu, yang sunnah banyak lagi. Hehehe

Mengapa perguruan tinggi ada? Itu pertanyaan saya di salah satu diskusi yang membahas tentang pendidikan. Seorang dosen menjawab, kampus itu ada untuk menjaga ilmu pengetahuan.  Salah satu alasan Plato mendirikan academy karena alasan itu. Bayangkan dulu orang bisa membuat piramida atau candi Borobudur, tapi selanjutnya tidak lagi. Jadi perguruan tinggi itu bukan didirikan untuk membentuk pekerja-pekerja baru. Tegas beliau. Jika saat ini perguruan tinggi kita masih berpikiran untuk mendidik mahasiswa agar siap bekerja, maka itu berarti pendidikan kita masih menganut sistem pendidikan zaman Kolonial Belanda, kata pak dosen itu.

Sejak diskusi itu pikiran saya terbuka. Kampus ini bukan pabrik pekerja, yang tugasnya membentuk orang-orang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Tapi kampus ini adalah industi ilmu pengetahuan.

Dunia kampus itu dunia pemikiran.

Hampir semua aliran pemikiran anda bisa temukan di kampus. Mulai dari yang radikal sampai yang liberal. Masing-masing bertahan dengan pemikirannya masing-masing, juga mereka akan mencari pengikut aliran pemikirannya. Termasuk kamu yang lagi membaca tulisan ini menjadi target. Waspadalah……

Menjadi mahasiswa berarti kamu harus memiliki sikap ilmiah. Apa-apa itu harus ada dasarnya pijakannya. Menjadi mahasiswa gak boleh asal ngomong saja tanpa dasar ilmiah yang jelas. Jika kamu berdiskusi maka berdiskusilah sebagaimana layaknya orang-orang yang terdidik dan orang-orang terpelajar. Bahkan update status pun usahakan itu ilmiah.. Hehehe

Jadilah mahasiswa ilmiah

Menjadi ilmiah adalah menjadi orang-orang yang menggunakan akalnya sebelum berucap dan bersikap. Menilai persoalan dengan objektif. Menyikapi informasi dengan bijak dan teliti, gak asal share status. Memecahkan persoalan dengan dengan solusi bukan dengan aksi anarkis. Mahasiswa itu pake otak, bukan otot.

agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *