Proyek Menulis Buku KMO Batch 07 : Paradigma Baru

Paradigma itu makhluk apa, sejenis makanan apa hewan?

Bahasanya sudah mulai susah dicerna otak ya?

Nikmati saja, namanya juga mahasiswa bahasanya keren-keren, tingkat tinggi. Cari artinya sampai harus googling. Katanya bahasa ilmiah, tapi kadang-kadang no action di lapangan.

Nih, ada satu pengertian paradigma menurut Patton (1975), “A world view, a general perspective, a way of  breaking down of the complexity of the real world” suatu pandangan dunia, suatu cara pandang umum, atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata.

Banyak pengertian yang lain, kalau ingin nambah wawasan lagi tentang paradigma, belajar mandiri berkunjung keperpustakaan atau praktisnya tanya sama om Google.

Pernakah kamu mendengar cerita tentang orang buta yang ditanya tentang gajah?

Kisah ini lebih populer dalam versi Rumi, The Elephant in The Dark House, yang dimuat dalam Matsnawi.

Bahwa di seberang Negeri Ghor ada sebuah kota. Semua penduduknya buta. Seorang raja beserta rombongannya lewat dekat kota itu; ia membawa pasukan dan berkemah di gurun. Raja itu mempunyai seekor gajah perkasa, yang digunakannya untuk berperang dan membuat rakyat kagum.

Penduduk kota itu sangat antusias ingin melihat gajah tersebut, dan beberapa dari mereka yang buta pun berlari untuk mendekatinya. Karena sama sekali tak tahu rupa atau bentuk gajah, mereka hanya bisa meraba-raba, mencari kejelasan dengan menyentuh bagian tubuhnya. Masing-masing hanya menyentuh satu bagian, tetapi berpikir telah mengetahui sesuatu.

Sekembalinya ke kota, orang-orang yang hendak tahu segera mengerubungi mereka. Orang-orang itu tidak sadar bahwa mereka mencari tahu tentang kebenaran kepada sumber yang sebenamya telah tersesat.

Mereka bertanya tentang bentuk dan wujud gajah, dan menyimak semua yang disampaikan.

Orang yang tangannya menyentuh telinga gajah ditanya tentang bentuk gajah. Ia menjawab, “Gajah itu besar, terasa kasar, luas, dan lebar seperti permadani.”

Orang yang meraba belalai gajah berkata, “Aku tahu yang lebih benar tentang bentuk gajah. Gajah itu mirip pipa lurus bergema, mengerikan dan suka merusak.”

Terakhir, orang yang memegang kaki gajah berkata, “Gajah itu kuat dan tegak, seperti tiang.”

Masing-masing hanya menyentuh satu bagian saja, dan keliru memahaminya. Tak ada akal yang tahu segalanya. Semua membayangkan sesuatu yang salah.

Bagi saya, sederhananya paradigma itu adalah cara kita memandang suatu hal.

Memiliki paradigma yang baik akan melahirkan sikap dan tindakan yang benar terhadap hal tersebut. Jangan sampai kita seperti orang buta dalam kisah di atas, yang mendefenisikan gajah hanya sebagian-sebagian saja. Oleh karena itu, sebagai seorang mahasiswa penting sejak dari awal memiliki paradigma tentang mahasiswa dan kuliah.

 

agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *