Akhirnya Bisa Nikmatin ICE KEPO

Awal Maret 2016 gue memutuskan untuk resign dari pekerjaan, setelah kurang satu tahun empat bulan bekerja sebagai aspri anggota legislatif. Sebenarnya keputusan yang beresiko, karena gue tidak betul-betul mempersiapkan diri untuk resign. Yang gue tahu, gue akan menjalankan bisnis snack box. Dan akhirnya gue menjalankannya dan berhasil mendapatkan 2 orderan dalam satu pekan. Setelah itu, usahanya mandeg, karena satu dan lain hal yang tidak bisa disebutkan….

Gagal… yaa pada usaha itu memang gagal.

Kata Mas Handoko, tak perlu takut melangkah karena kegagalan. Adalah hal biasa. STUPID adalah TRIAL and ERROR. Tapi kesuksesan hanya bagi mereka yang berani di cap STUPID.

Keren kan kata-katanya…

Sekarang gue memulai usaha yang baru lagi, toh tidak ada yang melarang malah pemerintah mendukung.

Terus terang gue ini termasuk orang yang banyak ide, cuma sedikit eksekusi. Hehehe

Tapi gus tahu diri juga, makanya gue terus berbenah diri.

Apa yang gue lakukan sedikit banyak termotivasi dari membaca buku. Buku yang setia di tas gue meski biasa ketinggalan, adalah Berpikir dan Berjiwa Besar, ditulis oleh David J. Schwartz. Banyak yang bilang buku nya orang-orang MLM, tapi gue sih gak peduli. Buku yang lain adalah buku mas Handoko Hendroyono yang berjudul DO, satunya lagi FISH EYE.

Seiring waktu berlalu yang gue banyak membaca, berpikir, dan sering keluar rumah. Maklumlah sudah tidak ada ikatan dinas, jadi lumayan bebas. Hingga akhirnya lahirlah yang namanya ICE KEPO. Ice KEPO ini adalah perpaduan dari Ice Cream dan Poteng (tape ubi). Kreatif kan ide gue, meski hanya memadukan yang ada. Tapi tetap saja kreatif..

Lagi-lagi idenya gak langsung gue eksekusi, ngumpulin modal dulu. Niatannya usaha gue sadapat mungkin terhindar dari modal kredit yang banyak bunganya. Dan akhirnya kemarin tanggal 26 oktober 2016 berhasil uji coba. Selanjutnya mesti nguras otak lagi mikirin marketingnya, karena belum dapat tempat yang pas dikantong.

Sekarang semuanya bermula dari rumah pondok mertua indah. Toh kalau di branding dengan asyik bisa menjangkau dunia, itu kata mas Handoko.

Oke sekian dulu cerita gue..

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *