Indonesia Milik Kita

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dalam sejarah bangsa kita didahului dengan peristiwa Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Rentetan sejarah ini pertanda bahwa, kita lebih awal lahir sebagai Bangsa Indonesia kemudian selanjutnya lahir sebagai Negara Indonesia. Maka sesungguhnya ikatan yang kuat terjalin di antara kita adalah ikatan kebangsaan.

Sebagai sebuah bangsa kita menyadari akan adanya kemajemukan. Majemuk dalam bahasa, suku, ras, dan agama. Kecuali agama, peristiwa sumpah pemuda menyatukan bahasa, suku, ras dalam satu kata yakni Indonesia. Adapun agama adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, yang harus dihormati dan dihargai satu sama lain sebagai komponen bangsa. Lebih dari itu semua kita meyakini bahwa kemajemukan itu adalah sesuatu yang given dari Tuhan YME.

Dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjaga dan merawat kemajemukan itu. Secara konstitusi, negara mengatur dan melindungi prinsip-prinsip dasar kemajemukan itu. Pancasila dijadikan sebagai dasar dan ideologi negara. Dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Terlahir sebagai orang yang beragama islam, suku bugis, sejak kecil berbahasa bugis bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan untuk hidup di Indonesia. Cukup menjadi manusia seutuhnya maka anda berhak untuk hidup di Indonesia. Indonesia bukan negara agama meskipun agama islam menjadi agama yang dominan. Indonesia bukan negara jawa meskipun negara ini banyak dihuni orang jawa. Tapi Indonesia adalah milik semua rakyat Indonesia.

Maka pada dasarnya, untuk menyatukan kemajemukan maka penghargaan atas hak asasi manusia harus dijunjung tinggi. Pilar-pilar kebangsaan diaplikasikan dalam wujud nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

You May Also Like

About the Author: agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *