The Great Eight, Berkarya di Era Teknologi

“Belakangan ini, saya mulai menyadari bahwa kita adalah bangsa yang budaya berkaryanya diubah budaya bekerja”

(Pandji Pragiwaksono)

Teknologi tidak serta merta datang membawa harapan bagi para pekarya. Teknologi juga datang membawa masalah baru. Pembajakan karya, copy paste, free download, barang KW adalah sederet masalah baru bagi dunia para kreator-kreator. Lebih dari itu, yang paling esensi adalah penghargaan atas kreasi ciptaan anak bangsa yang kian hari semakin hilang.

Beberapa kondisi di atas sering kita jumpai. Menjadi wabah, virus yang sangat mudah menyebar. Tanpa disadari berkembang budaya instant. Semua ingin serba cepat meski melawan arus dan melabrak semua aturan yang ada.

“Kita kekurangan orang-orang yang punya semangat enterprenurial. Kita kehilangan orang-orang yang berani memulai dari nol daripada melakukan pengulangan, yang bisa mencari jawaban daripada menghafal jawaban, yang berani ambil resiko bukan yang sekedar cari aman, yang memiliki visi sendiri bukan mengikuti visi orang lain atau perusahaan tempat dia bekerja. Kita kekurangan orang-orang yang berkarya”, kata Pandji.

Apa yang dialami oleh pekarya bukan sesuatu yang tidak ada jalan keluarnya. Berikut ini saya merangkum formula The Great Eight yang ditulis oleh Pandji.

idea-gus

#Product

Orisinalitas yang tak harus dikhawatirkan, bahkan tak perlu dibicarakan. Orisinalitas itu harus dijadikan. Percuma memikirkan tentang orisinalitas. Ada 7 miliar orang dimuka bumi. Ketika kita memikirkan sesuatu, hampir dipastikan ada orang lain yang memikirkan hal yang sama.

Yang perlu kita lakukan adalah meyakinkan bahwa ide itu memang datang dari kepala kita, lalu jujur saja dengan hal itu.

Unpopular. Menjadi unpopular adalah menjadi spesifik. Seperti ketika mengunjungi Hagen Dazs, anda tidak lagi hanya menemukan es krim rasa cokelat, strawberry, dan vanilla. Itu terlalu umum. Sekarang kalau Anda ke Hagen Dazs, Anda akan menemukan es krim bananas foster, cherry vanilla, chocolate chip dough, vanilla swiss almond, dll.

#Promotion

Apapun karya Anda yang akan dirilis, sadari bahwa calon konsumen Anda uangnya terbatas, sementara yang ingin dibeli banyak. Anda bersaing dengan itu. Pertanyaannya, bagaimana cara Anda mendapatkan perhatian, memancing antusiasme, dan melahirkan hasrat untuk membeli karya Anda dibanding karya lain yang didukung oleh dana yang luar biasa untuk berpromosi?

#Community

Cara untuk bisa berkembang mulai dari belum memiliki penggemar sama sekali hingga akhirnya bisa memiliki komunitas penikmat karya adalah dengan telaten dan sabar melewati empat tahap persahabatan. Kenalan, teman, teman main, sahabat.

#Experience

It’s always about feeling the benefit, the experience.

Dengan keyakinan bahwa karya kita harus jadi sebuah pengalaman, maka kita akan memulai memikirkan hal-hal detail untuk memastikan agar emosi perasaan yang kita inginkan itu bisa terwakili dalam karya.

#Pricing

Berdasarkan Vaue-Chain Analysis, 4 hal dasar yang menjadi penentu dalam perhitungan nilai sebuah karya.

  1. Ongkos produksi
  2. Ongkos pelaku seni
  3. Ongkos promosi, peasaran, penjualan
  4. Biaya paak, distribusi, asuransi, dan lain-lain

Kuncinya adalah kelihaian meracik nilai-nilai di atas sehingga masuk akal di benak konsumen.

#Distribution

Distribusi tidak mesti menghadirkan toko konvensional, cukup memanfaatkan internet via online.

#Collaboration

Ingat, kerja sama dengan brand bisa berbentuk sponsorship, branded content deals. Atau dalam bentuk live shows, up selling, broadcast.

Menyadari bahwa pekarya-bukan hanya karyanya saja- adalah sebuah entitas bisnis yang mempunyai nilai, akan membuka diri Anda terhadap banyak kerja sama. Kerja sama inilah kunci untuk membuka satu lagi pintu menuju kemerdesaan (bukan kemerdekaan lagi) dalam berkarya, alias hidup layak dari karya sendiri.

#Team

Ibaratnya, sang pekarya adalah sebuah paket berharga, sedangkan manajer dan manjemen adalah tukang pos yang harus memastikan jalur perjalanan, menghitung biaya bensin, dan melindungi agar paket ini bisa sampai ke tujuan dengan selamat dan tepat waktu.

You May Also Like

About the Author: agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *