Arti Ideologi

Hari ini saya tercerahkan dengan satu istilah yang sering saya dengar. Umumnya kata ini sering muncul saat berada di forum-forum mahasiswa. Memang mahasiswa sering-sering gunakan bahasa tingkat tinggi.

Saya mulai sedikit paham bahwa pada prinsipnya ada tiga arti utama dari kata ideologi. Pertama, ideologi sebagai kesadaran palsu. Kedua, ideologi dalam arti netral. Ketiga, ideologi dalam arti keyakinan yang tidak ilmiah.

Pertama, ideologi sebagai kesadaran palsu adalah teori-teori yang tidak berorientasi kepada kebenaran, melainkan kepada kepentingan pihak yang mempropogandakannya. Ideologi juga dilihat sebagai sarana kelas atau kelompok sosial tertentu yang berkuasa untuk melegetimasi kekuasaannya. Ideologi ini biasanya dipergunakan oleh kalangan filosof dan ilmuan sosial.

Kedua, ideologi dalam arti nertal adalah keseluruhan sistem berfikir, nilai-nilai, dan sikap dasar suatu kelompok sosial atau kebudayaan tertentu.  Arti ideologi yang kedua ini terutama ditemukan dalam negara-negara yang menganggap penting adanya suatu ideologi negara. Mengapa disebutt ideologi dalam arti netral, karena baik buruknya tergantung kepada isi ideologi tersebut.

Ketiga, ideologi sebagai keyakinan yang tidak ilmiah, biasanya digunakan dalam filsafat dan ilmu-ilmu sosial yang positivistic. Segala pemikiran yang tidak dapat dibuktikan secara logis matematis atau empiris adalah suatu ideologi.

Ketiga arti dari ideologi di atas setidaknya kita bisa membedakan dan menempatkan ideologi pada tempat yang benar. Satu contoh kasus, dalam memandang Pancasila sebagai ideologi negara tidak perlu ada pertentangan dengan ideologi islam.

 

Referensi

Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi Bernegara, Praksisi kenegaraan Bermartabat dan Demokratis. Malang: Setara Press. 2015

 

You May Also Like

About the Author: agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *