Menuju Entitas Peradaban

by Anis Matta

Saya optimis menatap masa depan Indonesia karena setengah abad ketegangan dari orde lama ke orde baru.

Setengah abad pergerakan yang ekstrem dari “politik sebagai panglima” ke “ekonomi sebagai panglima” sebagai tesis dan antitesis, kita akhirnya bergerak secara alami ke arah ” masyarakat sebagai panglima” dalam era reformasi.

Kembali ke masyarakat (back to society) adalah gejala yang sehat dari sebuah masyarakat karena manusia yang ada dalam masyarakat adalah awal dan akhir, subjek dan objek dari semua yang kita cita-citakan dalam politik dan ekonomi.

Di tengah semua kegaduhan yang kita rasakan selama era reformasi, harus kita akui bahwa tanpa sadar ada begitu banyak kemajuan yang kita capai secara diam-diam dalam berbagai bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Capaian-capaian itulah yang saya sebut sebagai keseimbangan baru yang merupakan sintesis dari semua dialektika dua rezim sebelumnya.

Sebab, hanya ketika kita kembali ke masyarakat, maka semua yang tampak bertentangan dalam politik dan ekonomi dapat kita integrasikan dalam kehidupan sebagai bangsa.

Pergulatan mencari sistem tidak akan pernah berujung dengan pilihan benar-salah, tetapi akan berhenti sementara pada satu titik dimana kita menemukan kesesuaian dan kecocokan. Sistem itu sendiri akan terus mengalami penyesuaian dan penyempurnaan.

Harus ada peralihan dalam cara kita memandang Indonesia dari sebagai satu entitas politik menjadi entitas peradaban.

Dengan demikian kita perlu membangun sebuah kesadaran bahwa kerja-kerja pembangunan negara tidak melulu berkutat pada pembentukan konstitusi, regulasi atau institusi, melainkan melakukan pekerjaan inti yang lebih rumit yaitu proses membangun peradaban.

Kerja itulah yang mempertautkan proses state building dan nation building.

Yang kita perlukan adalah sebuah strategi kebudayaan baru yang memungkinkan kita melakukan peralihan dan lompatan dari skala negara ke skala peradaban.

Kebudayaan adalah pondasi yang paling kokoh dari kemajuan jangka panjang yang ingin kita raih.

Kebudayaan juga yang menjadi landasan dari kemakmuran jangka panjang yang ingin kita capai.

Strategi kebudayaan menjelaskan ide-ide dan nilai-nilai yang mengharuskan negara menjalankan peran sebagai mesin rekayasa sosial yang efektif.

(Sumber : Buku Gelombang Ketiga Indonesia)

agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *